Save data, watch films offline
with our app

INSTALL

Ingatan Ibu yang Disimpan Tuhan 

Chapter 3: Rahasia

  Keesokan harinya, Vincent tampak mendapat telpon, air mukanya mulai tegang dan gelisah. Talita yang harus pergi ke kampus, sempat melihat sikap Vincent yang tidak wajar itu. Namun Hardi langsung mengajaknya pergi. Hardi menitipkan Irene pada Vincent. Vincent yang masih telponan tidak terlalu menganggap. Namun saat sadar, dia telah ditinggalkan dengan ibunya saja. Vincent membawa ibunya ke halaman untuk diajak makan bersama. Vincent tidak begitu memperhatikan ibunya karena dia terus fokus pada hapenya. Hingga ibunya yang memanggil dirinya Aldo dan menunjuk makanan yang jatuh. 

“Bu, makannya hati-hati dong! Lagian dari tadi ibu nyebut-nyebutnya Aldo-Aldo-Aldo mulu! Aku ini Vincent, bu. Aldo itu anak dari kakaknya ibu!” Vincent nampak marah dan kesal. 

  Tapi Irene malah pergi. Vincent lalu mengejar, tapi ponselnya kembali berdering. Vincent mengejar ibunya sambil masih menelpon. Hingga dia kehilangan jejak ibunya. Vincent pun langsung mencari-cari tapi tidak ditemukannya. Vincent lalu menelpon Talita dan bilang kalau ibu hilang. Vincent bilang dia ada urusan, dan harus segera pergi. Talita marah-marah dengan suaranya yang kencang lewat telponnya itu. Vincent lalu datang ke toko Rinka, mendatangi Rinka untuk meminjam sejumlah uang atau biarkan gajinya dipotong. Rinka heran baru saja dua hari bekerja disini tapi Vincent sudah meminjam uang. Vincent bilang kalau dia akan bekerja keras bahkan sampai natal menjelang nanti. Rinka akhirnya hanya meminjamkan setengah dari yang diinginkan. Vincent dengan berat hati menjual ponselnya lalu mengirimkan semua uang yang dia dapatkan. Setelah itu, Rinka meminta Vincent untuk lembur karena banyaknya pesanan untuk hiasan natal. 

  Di rumah Hardi dan Talita geger karena Irene belum juga ketemu, ditambah Vincent yang belum juga pulang dan tidak bisa dihubungi. Namun menjelang malam, Aldo dan istrinya, Rissa datang membawa Irene yang sudah kelelahan. 

“Tadi kami temukan tante lagi berjalan-jalan dekat toko pernak-pernik sendirian.” 

“Terima kasih ya, Al. Untunglah kamu yang menemukan Irene.” 

“Tau nih kak Vincent malah keluyuran ngga jelas, bener-bener deh.”

“Vincent sudah pulang?” Hardi kemudian mengangguk. 

“Hmm..Tante Irene menganggap saya sebagai Vincent dan saya ngga boleh apalagi minggu ini minggu natal. Tante bilang kalau Vincent banyak kerjaan saat natal.” Hardi meminta Talita untuk membawa Irene segera tidur. Aldo kemudian bercerita,

“sepertinya tante Irene membayangkan Vincent telah menikah dan punya anak. Apa mungkin Tante  ingin Vincent menikah?”

“selama 6 tahun kamu pernah diurus oleh Irene dan saat Vincent pergi, kamu selalu datang. Jadi itu yang diingat oleh Irene. Sepertinya Vincent pergi karena kecewa dan tidak sabar kenapa Irene selalu mengingatnya sebagai kamu.Tapi saya bingung kenapa Vincent tiba-tiba bisa pulang, padahal sudah dua tahun melewatkan natalnya di rumah.”

  Lalu Talita muncul dan bilang, “kayanya kak Vincent ada masalah, Yah.Beberapa hari kemarin dia nampak menelpon seseorang dan membicarakan tentang uang. Hardi cemas akan hal itu. Aldo lalu bilang dia akan bantu cari Vincent. Hardi berterima kasih atas semua bantuan yang selalu diberikan pada keluarganya.