-->

Save data, watch films offline
with our app

INSTALL

Rusa Entertainment 

Rusa Entertainment

NOVEMBER 2005

  Si lelaki sebut saja Antonio (nama lelaki dan perempuan dalam cerita ini memang disamarkan) tengah memaku sebuah papan yang bertuliskan RUSA ENTERTAINMENT. Nampak peluh keringat mengucur dari dahinya. Antonio mengelap keringatnya. Ia pun tersenyum. Plang papan bertuliskan RUSA ENTERTAINMENT sudah terpasang dengan gagah dan kokoh. Ia tinggal menunggu saja orang-orang yang ingin bekerja sama membuat film dengannya. Oh sorry, dengan dia dan istrinya. 

  Baru saja ia memikirkan istrinya, tiba-tiba terdengar suara dari dalam. Suara raungan seorang perempuan. Antonio langsung bergegas ke dalam. Terlihat di sebuah kamar, seorang perempuan, sebut saja Rosalina tengah mengamuk dan meraung-raung. Semua benda yang ada di dekatnya dia lempar ke sembarangan arah. Antonio yang masuk kamar langsung menenangkan Rosalina. Rosalina memukul-mukul dada Antonio. Rosalina berteriak ia haus. Ia ingin sekali minum. Di mana minumannya. Antonio nampak menyabarkan Rosalina. Antonio akan segera mengambil minuman untuk Rosalina. 

  PLEEEK! Dua botol anggur merah nampak ditaruh Antonio di dekat Rosalina. Rosalina pun langsung seperti kesetanan membuka botol minuman tersebut. Nampak Antonio menatap pilu dan sedih melihat Rosalina masih bergantung dengan minuman tersebut. Pandangan Antonio beranjak ke atas, menatap karya-karya film fenomenal yang pernah ditulis oleh Rosalina bergantungan di tembok kamar. “Kamu adalah penulis hebat, Rosalina. Andaikan cinta tidak membuatmu selemah ini, aku dan orang lain di luar sana masih akan bisa menyaksikan keagungan tulisan-tulisanmu”. Antonio pun menutup pintu kamar. Membiarkan Rosalina menikmati minuman anggur merah di kamarnya. 

  Antonio pun berjalan, sambil matanya berkaca-kaca, “Aku tahu di hatimu masih ada lelaki itu. Lelaki yang pernah menidurimu lantas meninggalkanmu. Entah kenapa aku belum bisa menggantikan dia untukmu, Rosalina.” Antonio menghela nafas. Ia mencoba untuk tersenyum, “Tapi aku yakin suatu saat doa-doaku membuat aku bisa mendapatkan hatimu Rosalina. Bisa membuat hatimu kembali sembuh dan tersenyum Rosalina.” 

  Antonio melangkah berjalan maju, tapi tanpa ia sadar ia melewati sebuah foto di dinding. Foto dirinya, Rosalina, dan laki-laki tersebut. Laki-laki yang telah membuat hidup dan hati Rosalina seperti sekarang.