Save data, watch films offline
with our app

INSTALL

Akulah Mantan 

Chapter IV: Sang Mantan

  Sejak kejadian Mantan dipecat dari karaoke yang hanya tahan mempekerjakannya selama dua bulan itu, Mantan tidak dapat apa-apa karena dia malah dianggap tidak bisa ‘service’  pelanggannya. Mantan terpaksa tinggal di kosan Risya sambil mencari-cari pekerjaan. 

Pagi itu, Mantan terbangun karena ponsel bututnya itu berdering tetiba lebih kencang dari biasanya. 

“Halo…Iya Pak saya Mantan walinya Gigi…Kenapa pak? Sakit? Ya Allah, Ya sudah pak, nanti saya akan ke pesantren.” Terdengar juga dalam suara telponnya kalau Gigi mengigau memanggil kakak Tantan. 

  Mantan mendapatkan kabar kalau Gigi terserang typus bahkan demamnya membuat dirinya kejang-kejang juga. Hati Mantan terhenyak mendengar adiknya itu sakit namun lebih terhenyak saat dia tidak punya uang sama sekali. 

Saat itu yang terpikir olehnya hanya mencari pekerjaan serabutan di sekitar terminal sehingga nanti dia bisa pergi langsung ke Serang pesantrennya Gigi. 

  Pagi itu, Mantan membawa barang-barangnya dan bergegas mencari jalan pintas untuk bisa ke terminal. Dia hanya berbekal GPS manual yaitu bertanya pada orang dan sepasang kakinya yang harus menempuh kurang lebih lima kilometer untuk sampai ke terminal. Hingga dia pun berlari dengan kencang untuk segera sampai sana.

Mantan tidak sadar kalau saat menyebrang jalan, ada sebuah truk yang berkecepatan kencang mendekat ke arahnya. Dalam hati Mantan saat itu, 

“Aku tau hidupku sudah sulit. Tapi kali ini berikan aku kesempatan untuk membiarkan orang yang aku sayangi tetap hidup.” 

  Lalu CIIIIITTT!!! Terdengar truk besar itu akhirnya mengerem mendadak di depan Mantan. Namun kali itu, Mantan tidak sendiri. Dia telah didekap oleh seorang pria yang agak familiar baginya. Dia menatap pria tersebut sejenak dan malah penasaran. 

“Kamu siapa?”

“Sang Mantan…” 

***

Kita akan bertemu lagi dengan Mantan dan Sang Mantannya di Buku kedua. Siapa dia yang membuat kesempatan untuk menyelamatkan Mantan.