Try new experience
with our app

INSTALL

Warna Hati 

Chapter 5

TAVITA

Kamu ngelamar aku?

Ya ampun, kamu serius?

 

LANDO

Aku belum bisa beliin berlian 

seperti punya Innes yang kamu suka itu

 

TAVITA

Kamu mau nikahi aku supaya kamu bisa membuat album?

Kamu anggap aku ini apa, bahan eksperimen?

No way….Aku belum…

 

LANDO

Bukan tuntutan supaya aku bisa bikin album

Tapi aku memang tak bisa menyimpan keinginan ini lama-lama

(terhenti sejenak)

aku tahu, seharusnya aku tidak mendesakmu

(berubah pikiran)

Aku tahu ini konyol, kurang pantas rasanya

Maaf Ta kalau kamu belum berkenan

 

Lando mengambil cincin itu kembali tapi ditahan Tavita. Jari kelingking Tavita disodorkannya, Lando terkejut dan senyumnya mengembang. Cincin itu dimasukin kedalam jari kelingking Tavita. Lando mengecup tangan Tavita.

 

OS.TAVITA

Memimilih Lando untuk jadi suamiku 

adalah keputusan paling berat

Aku selalu yakinkan ibuku, 

Cinta, jujur, setia itu modal untuk berkeluarga

Selama pacaran dengan Lando, 

ia tidak pernah mencemburui sekalipun memang cemburu

Setia yang diucapkan selama ini juga terbukti, 

Lando bukan type suka main perempuan

Aku lebih yakin dengannya

 

Suasana kafe itu terasa romantic buat mereka berdua.

CUT TO 

 

11. INT.KAMAR RUMAH TAVITA DI BANDUNG – PAGI

Dari kenop pintu kamar mandi dibuka keluar Tavita mengenakan kimono. Pintu kamar mandi ditutup. Tangan Tavita memasukan test peck kedalam saku kimono dan berjalan kearah pintu keluar kamar itu.Terdengar suara seorang laki-laki sedang menyanyi memainkan gitar.(lirik lagu“Penantian”byflaitband/indie label)

 

OS. LANDO (menyanyi)

Yang aku mau kau selalu bersamaku

Yang aku minta kau jadi milikku

 

Tlah kunanti,, Saat ini, saat indah

Menyatu hidup denganmu

Yang ku cari saat ini saat indah

Perasaanku setia mendampingimu..

 

12. INT.RUANG DAPUR RUMAH TAVITA BANDUNG-PAGI

Tavita sambil mengeringkan rambut dengan handuk memandang kearah Lando yang main gitar di teras belakang. Tavita membikin kopi dan roti selai kacang.

CUT TO

 

13. INT.TERAS BELAKANG RUANG DESIGN GRAFIS RUMAH TAVITA BANDUNG-PAGI

Di lengkapi sebuah PC computer dihiasi hasil design berbagai wedding, ulang tahun dan sunatan, maupun event lainnya., Lando masih memainkan refren lagu sembari menulis disecarik kertas. Tavita letakkan kopi dan selai kacang. Saat Lando hendak mengambil cangkir kopinya. Tangan Tavita menangkap tangan Lando dan meletakan testpeck ke tangan Lando. 

 

OS.TAVITA

Positif

 

LANDO

Serius?

 

Tavita mengangguk. Lando meletakkan gitarnya dan membopong istrinya itu serta menciuminya bertubi-tubi

LANDO

Ya Allah terima kasih ya Allah

Ini anugrah terindah buat kami ya Allah,, 

Terima kasih sayang

 

TAVITA

Mas turunin, aku takuti nih

Mas ak ga mau jatuh, udah mas Turunin

 

Lando menuruni Tavita dari gendongannya. Tavita sambil berjalan masuk ke ruang tengah.

 

TAVITA

Anterin aku ke klinik ya, aku ganti baju dulu

 

LANDO

Kamu ga kerja

 

TAVITA

Ini kan Sabtu

 

LANDO

O iya.. berarti nanti malam kamu bisa ikut ke kafe

 

Tavita masuk kamar dan mengiyakan permintaan suaminya. Lando mengeluarkan handphonenya dan mendial nomor temennya

 

OS.RAFLI

Woi gue baru melek ngapain lo pagi-pagi ngabsen gue

 

LANDO

(setengah berbisik) istri gue hamil, harga berlian berapa ya?

 

Lando mendengarkan dengan seksama

CUT TO

 

14. EXT.PASAR DAN PASEKARAN YOGYAKARTA– SIANG

TYPING TITLE : BEBERAPA BULAN SEBELUMNYA, YOGYAKARTA. Lando menghentikan motornya. Tavita turun membeli bunga untuk nyekar. Dia juga membeli kerudung hitam. Lalu motor distandar dan memasuki kuburan. Lando ke tempat kuburan yang biasa untuk nyekar

 

OS LANDO

Ini bulan madu paling konyol, tapi menyenangkan

Aku ajak Tavita ke kota kelahiranku

Sekalipun aku tidak tahu siapa orang tuaku

Aku sudah bilang sama Tavita, tapi dia mendesakku

Untuk mencari tahu riwayat keluargaku

Aku hanya mengira-ngira kuburan orang tuaku

Di daerah Gunung Kidul RingRoad di Paris, parangtritis

Tavita menangis didepan kuburan yang aku kira-kira itu orang tuaku

Karena Tavita ingin tahu sejarah hidupku di Yogyakarta

Yang buat aku masih asing juga

 

Setelah selesai meninggalkan kuburan itu. Ada keluarga lain yang berdoa di kuburan itu dan melihat sudah di kasih bunga. Mereka bingung memandang ke arah Lando dan Tavita pergi. 

CUT TO

 

15. EXT.JALANAN YOGYAKARTA-SORE

Tavita memeluk erat diboncengan Lando dengan motornya melintasi tempat-tempat asri yang meneduhkan dan terobosan sinar matahari yang menembus celah-celah dedauan pohon-pohon rindang.