Try new experience
with our app

INSTALL

Arwah di Gedung Tua & Cerita-Cerita Lainnya (Kumcer) 

2

Liburan semester kali ini kami berencana camping. Setelah diskusi dan menampung semua masukan, Jurang Pulosari menjadi pilihan kami. Dari delapan orang yang bergabung, Rio-lah yang paling tahu daerah itu. Menurutnya, Pulosari adalah sebuah tempat di lembah bukit dengan air terjun yang mempesona. Letaknya di area Desa Krebet, sebuah desa kecil di Barat Daya Yogyakarta, sekitar 1.800 KM dari batas kota.

Jam lima sore, setelah melewati permukiman penduduk, kami melewati jalan setapak berbatu di hutan jati yang berkelok dan menanjak. Tanah kering dan sedikit berbatu memudahkan roda-roda motor melewati jalan itu. Jujur, aku suka tempat ini. Teduh dan menyegarkan. Sayangnya, jarak pandang tak lebih dari tiga meter saja karena kabut mulai turun.

Rio yang berboncengan dengan Liz menjadi petunjuk jalan. Disusul di belakangnya Andi yang memboncengkan Ela, lalu Rangga dengan Lily, dan di urutan terakhir adalah Jo dan aku. Kami beriringan dengan jarak yang tak pernah bisa ditentukan. Saat medan yang dilalui lumayan bagus, jarak kami bisa lebih merapat. Tetapi akan terjadi kebalikannya jika medannya sulit ditempuh; sempit, berbatu atau bahkan sangat licin.

Inilah yang terjadi pada kami. Saat melewati jalan licin dan berbatu, Jo agak kewalahan mengendalikan motor trail big foot-nya. Hanya berpedoman pada lampu sign dari motor di depan kami, jarak kami semakin jauh tertinggal. Ketika suara derum motor di depan kami semakin menjauh dan samar, saat itulah Jo menyadari apa yang terjadi. Jo terlalu cerobohDia tidak mempersiapkan segalanya dengan sempurna. Bahan bakar yang seharusnya terisi penuh, bahkan lupa dia isi.

\tSatu kilometer lebih dari tempat kejadian, kami terpisah jauh dari rombongan. Bahkan di pertigaan jalan, kami tidak tahu arah mana yang seharusnya diambil. Tidak ada jejak roda yang bisa kami jadikan panduan. Suara derum motor di depan kami tidak terdengar lagi. Entah ide siapa, akhirnya kami memutuskan mengambil arah jalan ke sebelah kanan. Ketika kabut semakin tebal dan hujan turun sangat tiba-tiba, kami menemukan sebuah bangunan.

\t*

 

Bersambung....