Try new experience
with our app

INSTALL

Ikatan Cinta Dunia Paralel Modern Kuno 

3. Andin, Aldebaran, dan Reyna

Aldebaran membawa pulang anak itu dan meminta Andin untuk merawatnya. Andin berbinar-binar karena Aldebaran membawakan anak kecil itu.


 

“Sungguh, Mas, anak ini untuk aku?” tanya Andin masih belum percaya.


 

“Iya!” tegas Aldebaran. Andin sampai berjingkrak girang mendengar itu.


 

“Terima kasih, Mas Al, ini sungguh hadiah terindah yang Mas Al berikan untuk Andin!” seru Andin sampai memeluk Aldebaran. Aldebaran membalas pelukan Andin dengan pelukan erat karena ia rindu sudah lama tidak memeluk Andin sejak pertengkaran mereka soal sekertaris itu.


 

Andin dengan senang hati merawat anak kecil itu seperti anaknya sendiri. Melihat kedekatan antara Andin, Reyna, dan dirinya bagai satu keluarga bahagia, akhirnya Aldebaran tidak jadi menceraikan Andin dan memilih berjuang membutikkan cintanya.


 

“Andin, aku tidak mau kita bercerai! Aku tidak akan pernah menceraikan kamu! Aku akan memecat sekertarisku itu!” tegas Aldebaran.


 

“Mas, tapi kasihan sekertarismu itu jika kamu pecat,” kata Andin.


 

“Tidak usah pikirkan orang lain! Dia sekolah tinggi dan bisa mendapatkan pekerjaan lagi di tempat yang lain!” tegas Aldebaran.


 

“Tapi ....”


 

“Kita akan jadi satu keluarga utuh dan bahagia! Kamu, aku, dan Reyna!” tegas Aldebaran. Andin tersenyum mengangguk.


 

Tiba-tiba Andin merasa mual dan pusing.


 

“Kamu sakit? Ayo kita lekas ke dokter!” seru Aldebaran dengan sangat cemas.


 

“Tidak perlu, Andin hanya pusing, mungkin masuk angin. Istirahat sedikit juga nanti baikan,” tolak Andin.


 

“Ke rumah sakit, titik!” tegas Aldebaran. Andin akhirnya menurut. Rayna juga mereka bawa serta.


 

Sampai di rumah sakit Andin ternyata didiagnosa hamil. Aldebaran dan Andin berpelukan bahagia.


 

***


 

Di sisi lain Elsa belum juga memiliki keturunan. Keluarga Nino menjadi menyalahkan Elsa dan bersikap tidak baik pada Elsa. Nino dan Elsa memeriksakan diri ke dokter. Ternyata Nino yang bermasalah.


 

Oleh sebab belum memiliki keturunan Elsa merasa ingin tahu bagaimana kabar bayi yang ia tinggalkan di panti asuhan. Ia mencoba mengecek dan ia mengaku sebagai ibunya bayi itu. Kenyataan yang ia dapati membuatnya penasaran siapa yang mengadopsi bayi itu yang kini sudah tiga tahun dan bernama Reyna. Ibu panti memberikan alamat orang yang mengadopsi Reyna. Elsa pun terkejut mendapati nama Aldebaran.


 

“Apa maksudnya Aldebaran suami ....” Elsa lekas menyelidikinya dan ternyata benar.


 

Elsa memutuskan memberitahukan ke Nino siapa Reyna. Nino menjadi menginginkan Reyna. Oleh sebab itu Nino merencanakan untuk mencelakai Andin dan Aldebaran. Ia menyewa satu kelompok pembunuh bayaran.


 

“Rencana pertama singkirkan Andin terlebih dahulu, baru target berikutnya Aldebaran!” perintah Nino.


 

Saat akan mencelakai Andin ternyata Andin sedang bersama Reyna. Nino menjadi berlari menghalangi karena tidak ingin Reyna celaka. Pada saat itu Aldebaran kebetulan juga datang dan melihat Andin dan Reyna sedang dikejar para penjahat. Ia pun lekas lari menghampiri.


 

Andin sembari membawa Reyna lari sampai batas jurang.


 

“Sudah tidak bisa lari lagi, bagaimana ini?” bingung Andin sembari mendekap erat Reyna.


 

Nino lekas menangkis tangan penjahat yang hendak menghujamkan senjata ke Andin. Penjahat itu reflek menghempas Nino hingga terperosok ke jurang. Nino berpegangan di tepi jurang. Para penjahat menyadari jika yang celaka orang yang menyuruh mereka. Para penjahat menjadi lari karena hal itu. Aldebaran lekas mengulurkan tangannya untuk membantu Nino. Akan tetapi Nino terjatuh ke jurang saat hendak meraih tangan Aldebaran.


 

“Nino!” teriak Aldebaran.


 

“Mas Nino ...!” pekik Andin.


 

Mereka berdua berteriak-teriak terus menyebut nama Nino.


 

***


 

“Pak, bangun Pak!” seru Rendy. Aldebaran terbangun.


 

***


 

“ Ma ... bangun, Ma!” seru Reyna. Andin akhirnya terbangun.


 

Selesai


 

Terima kasih.