Try new experience
with our app

INSTALL

Zodiak Mania 

Chapter 1

  Secara berkali-kali Andin memperkenalkan saudara-saudaranya setiap kali kami melakukan video call. Kami saling kenal di sebuah media social dan selama bertahun- tahun belum pernah ketemu karena saya tinggal di daerah Nusa Dua Bali dan Andin tinggal di Apartemen Rasuna Said Kuningan Jakarta dan kadang di luar negeri. Dari mulanya telfonan hingga video call, dari hanya dimulai seminggu sekali hingga hampir tiap hari Andin selalu menghubungiku. “Al kamu tidak terganggu kan kalau Andin telfon melulu?” “Aku justru tiap hari selalu menunggu telfonmu kan kadang aku telfon duluan karena teramat sangat merindumu Andin” “Al apa ini cinta?” “kalau tidak ada cinta gak mungkin kita bahagia melakukan ini” “Tapi kamu jauh dan kamu orang alim anak pesantren, aku hanya wanita binal Al” “Kamu kan tahu aku mau menjalani selama ini karna benar-benar mencintaimu” “Tapi apa mungkin kalau aku sendiri begini” “Semua kembali pada kesungguhan hati kita Andin, urusan takdir urusan bagaimana kita menjemputnya” “Al aku seneng banget kata-katamu selalu membuat aku tenang, nyaman dan bahagia, apa selamanya bisa begini Al” “Insyaallah Andin” “Nah dan itu, keyakinan kita juga berbeda, nanti kamu hasut aku untuk pindah keyakinan” “Tidak ada paksaan untuk semua pilihan Andin, saya hanya ingin kamu bahagia” Kalimat-kalimat itu yang selalu muncul dalam setiap komunikasi jarak jauh dari telfonan maupun video call, bahkan kalimat-kalimat itu yang menjadi sihir perasaan diantara kita untuk jarang bertengkar. 

  Seperti dua pepohonan Beringin yang saling meneduhkan, dedaunannya membisikan kenyamanan abadi dengan akar tunggang yang menjulang mengait di relung paling dalam di dalam bumi cinta kami. Andin selalu mengaku punya 5 saudara yang bernama Andin, Andini, Andina, Andani, dan Andona. Setiap kali telfon hanya satu nomor telfon itu yang selalu ku hubungi, namun yang menerima selalu berganti-ganti saudara-saudarnya itu. Kadang Andini yang menerima, namun Andini pun tau persis persoalan kami berdua, begitu juga saudara yang lainnya, meskipun namanya hampir sama mereka hanya dibedakan zodiac yang berlainan, Andin berzodiac libra, Andini berzodiac gemini, Andina berzodiac cancer, Andani berzodiac pieces dan Andona berzodiac sagitarius. Setiap kali video call mereka pun berpenampilan berbeda. Meskipun wajahnya hampir mirip persis menyerupai anak kembar. Andin sosok yang kalem lembut dan rentan, Andini sosok wanita karir tegas to the point, Andina sosok tomboy keras kepala dan kasar sedangkan Andani sosok melankoli milenial berpenampilan sexy serta Andona sosok gaul cuek mengaku lesbian.Dari setiap video call yang membedakan adalah tahi lalatnya yang berbeda-beda namun tetap manis dan cantik dan dandannya sesuai karakter masing-masing dengan problematika masing-masing. Andona misalnya selalu curhat perihal cinta segita lesbian dengan istri orang, Andani punya langganan pijat mas mas jawa yang ganteng kayak pangeran tapi sudah punya istri, sedangkan Andini gonta-ganti kencan dengan bos-bos eksekutif. 

  Setiap saudaranya yang saya videocall bisa menceritakan persoalan saudara-saudaranya masing-masing dan terutama menceritakan Andin yang saya coba untuk bisa komunikasi tapi terhalang saudara-saudaranya itu. Mereka tinggal di satu apartement dengan kesibukan masing-masing, tapi setiap kali kuhubungi hanya satu saudara yang berada didalam apartemen. Setiap kali saya video call dengan alasan saudara-saudranya, kalau Andin sedang ada urusan, kebetulan handphone Andin yang sering ketinggalan karena dianggap telmi (telat mikir), atau berjuta alasan yang lain tapi saudara-saudaranya selalu mengajak ngobrol apa saja tanpa kembalinya Andin. Yang mengejutkan kelima saudaranya seperti punya rasa admire terhadap saya sekalipun saya fokuskan dan tegaskan hanya ingin bertemu Andin.Namun kadang Andin sendiri putus harapan memohonku untuk mencintai saudara-saudaranya yang lain juga karena dia merasa dirinya sendiri telah hilang. 

  Katanya ditelan waktu atau ditelan dirinya sendiri. Dengan segala kebingungan itu, besar keinginan saya untuk menemui Andin di Jakarta, dan mencari waktu yang tepat untuk bisa kencan pertama. Hal yang ingin saya abadikan sebagai moment kenangan terindah dan sangat mengesankan dalam hidup saya. Sehingga saya browsing beberapa tempat romantic yang sesuai selera Andin. Tahun baru jadi pilihan kami berdua untuk mewujudkan impian dua insan manusia yang terpaut cinta LDR, yang diselimuti segala kedamaian yang berbeda dengan hubungan romansa seindah apapun kami merasa kami lah pasang paling the best dalam riwayat sejarah kehidupan manusia.