Try new experience
with our app

INSTALL

Love Him Like An Antagonist 

Love Him Like An Antagonist

Chapter I 

 

Hey, it’s me!

 

“Hai guys, bisa agak minggir sedikit ngga?”

 

  Di depan sebuah perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia yaitu MyShop, dengan tampilan kantor mereka yang mirip lobby hotel terlihat Yara, cewek lucu yang berpenampilan tomboy, agak sedikit nyentrik dengan pede masuk ke kerumunan orang yang mau walk-in-interview disana. Yara menyeruak ditemani oleh Milly, dengan style layaknya make-up artist sambil menenteng tas kotaknya yang menyerupai kotak make up

 

“Apa sih nih main masuk-masuk aja, ngantri please!” beberapa mahasiswa yang berkerumun risih dengan Yara dan Milly yang main masuk aja. Milly kemudian menganga. 

 

“Arah jam satu kurang seperempat! Duh, dia lagi, dia lagi!”

“Ribet amat sih jarum jamnya Miiiiillyyyy.” Yara celingukan sambil mencari arah jarum jam yang dibilang Milly hingga---

 

Terlihat ada Arwen, cewek yang anggun dan cantik nampak menjadi paling depan. Dia berbicara dengan beberapa orang yang memakai suit. Yara melihat Arwen dengan tatapan kesal. 

 

“Ah, dia juga walk-in-interview sama kaya kita. Apa bedanya? Asal dia ngga sama--” belum selesai bicara, Yara melihat seseorang yang familiar dan dirinya jadi tertegun. 

 

Terlihat Sky, cowok tampan dengan memakai jas hitam kemeja putih, dia kemudian memberikan minum pada Arwen. Arwen tersenyum. Sky kemudian menutupi Arwen dari kericuhan antrian. 

 

“Ini ngga bisa dibiarin, Mil. Gue harus kesana.”

“Raaaa, duuh.. katanya udah move on!”

 

  Yara masuk dan merebut posisi sebelah Sky biar bisa masuk sana juga. Tapi temen-temen Arwen yang sok high class malah ngedorong Yara sampai jatuh. Arwen nolongin dia karena kasihan, Yara malah seneng. Arwen sadar itu adalah Yara, dan Arwen langsung senang juga memeluk Yara trus cipika-cipiki sama dia. 

 

“Yaraa!!!”

“Yaa, it’s me. Halo!”

Salah satu di antara temen-temen Arwen melihat Yara dengan agak merendahkan. 

“Lo yakin ini temen lo Wen? Her style..is quite…

Quite unique, tapi lucu kok. Setiap orang kan punya identitas masing-masing.” Arwen dengan tenangnya menjawab. Yara hanya merengut dan yakin pasti itu cuma jaga imagenya Arwen dan sok malaikat di depan Sky. 

“Hmm..well at least, kita juga sama-sama ngantri to get the job, right?” Yara berusaha membela diri. 

Sorry kita udah antri tahap ketiga. Kita duluan yah.” Sky dengan coolnya menjawab pertanyaan itu untuk Arwen sambil melihat Yara. 

“Oh gitu, it’s okay, Sky. Seneng bisa ketemu sama kalian lagi.”

“Aku juga seneng ketemu kamu lagi Yara. Good luck buat karir kamu yah.” Arwen tersenyum sangat manis. Arwen kemudian berlalu disini bersama teman-temannya. 

 

Yara dan Milly tertinggal disini. Hingga Sky mendekati Yara. Yara kaget dan ada harapan ingin didekati Sky. 

“Gue mohon lo jangan ikutin lagi ya, Yara. Makasih. Good luck!” Skykemudian menjauh dari sini. Yara lalu kesal Skyberkata seperti itu. 

Whaaaatttt the---.. udah ah gue ngga mau nerusin. Who is he? Ngapain juga lo ngikutin kaaan?” Milly kesel banget sama Skynamun Yara malah tertegun. Dia nyadarin Yara dengan nyubit pipinya. “Hey!”

“Eh iyaa, ngapain juga gue ngikutin dia! Ogah!” Tapi ucapan Yara seperti menelan ludah sendiri.   

 

Tiba-tiba kerumunan itu bubar, Yara kebingungan. Milly melihat ke sign di depan registration

The registration is closed, Yaraa… Duh lo pake ngobrol sama Arwen dan Sky biar apaaaa?”

“Ugh keseeellll…. Tapi ya udah, atas nama move on. Gue seneng kalo ngga harus bareng mereka. Yuk!”

 

  Mereka langsung gerabak-gerubuk berjalan diantara orang-orang bubaran. Hingga mereka menabrak seorang cowok dengan kemeja dan vest. Dia adalah Hiro, sahabat Yara dari kuliah, penampilannya like a nerd, tampan tapi berusaha menutupi di balik kacamatanya. Yara lalu kaget dia udah nabrak cowok itu. 

 

“Wow--wow sabar-sabar kenapa buru-buru amat Ra? Udahan?”

Milly kemudian nyerocos, “Tadi ada Sek--” mulutnya keburu ditutup sama Yara. 

“Sekat? Sek--? Sky?” Suara Hiro seketika merendah dan menilik Yara. 

“Iya tadi ada Sky sama Arwen. Mereka bareng mau masuk kesini juga.”

“Iyaa lagi-lagi Sky trus dikejar lagi! Katanya udah move on!” Milly kesel sama Yara. 

Yara disini tampak terdiam bingung mau ngomong apa, dia sadar dia belum bisa ngelupain Sky. 

“Ya udah, gue udah nemu kantor e-commerce lainnya yang konsepnya pop banget, mereka start-up yang udah dilirik sama investor-investor besar. Memang baru enam bulan dibangun. Tapi apa salahnya kita coba magang disana? Gimana?”

I’m in. Let’s move on!” Yara kemudian merangkul Hiro dan berjalan pergi dari sana. Kemudian diikuti Milly yang ikut seneng Yara udah lupain Sky.