Try new experience
with our app

INSTALL

SUSI I’m in love  

Chapter 6

  CUT TO 55. INT. KORIDOR RUMA SAKIT – MALAM Susi berjalan sambil menangis dan berhenti di depan kamar perawatan Walter. Sarah datang langsung memeluk Susi. ​SARAH ​Walter meninggal? Susi kaget menghapus air matanya. Susi menggeleng ​SARAH ​  Terus kenapa kamu nangis? ​SUSI ​Aku bingung ​SARAH   Jangan bingung.. Walter sering begini..jantungnya lemah tapi besok juga sudah baikan... aku boleh menjenguk dia? ​SUSI   Gak boleh sama Dokter.. suruh istirahat dulu...tapi aku seneng kamu sudah datang Sarah mengangkat pundaknya ​SARAH   Kalau gitu kita cari tempat ngobrol yuk biar kamu gak suntuk.. biar kamu bisa tenang... SUSI   Kemana? SARAH Udah ikut aja Sarah menggandeng Susi berdiri dan jalan keluar CUT TO 56. INT. CAFE APARTEMENT WALTER – MALAM Sarah mengajak Susi minum bir. ​SARAH   Udah gak usah khawatir minum dikit aja Walter gak tahu ini ayo donk cobain dikit aja ​SUSI ​  Gak ah dia gak suka pemabuk ​SARAH   Dikit aja gak bakalan mabuk.. biar kamu gak pusing.. SUSI   Ada teh anget gak mas Bartendernya bingung dan ketawa aja SARAH   Malu-maluin..mana ada di cafe teh anget.. emang di warung? Udah minum dikiiiit aja yang penting tidak sampai mabuk cobain aja dulu dikit. Susi akhirnya menurut mencoba minum dikit tapi Susi merasa aneh karena baru pertama kali minuman keras. Sarah ketawa. ​SARAH ​Kayak anak kecil lu minum long island nyengir-nyengir he he Keduanya terus minum sampai mabuk. ​SARAH ​  Kamu tahu rahasia Walter ​SUSI ​Belum .. apaan? Jantungan? ​SARAH   Selain jantungan..Dia itu kan tidak bisa berdiri.. ha ha ha karena diabetes, gulanya udah tinggi banget..mana mungkin punya anak lagi...ha ha ha... SUSI   Aku gak pingin punya anak dari dia.. ha ha SARAH   Emange lu pingin punya anak sama Tom Cruise? Gilingan lu bo SUSI Ngaco ah udah yuk pulang Susi sudah sempoyongan SARAH   Pulang kemana ini rumah lu ha ha ha ha Heru melihatnya dari pintu Bar. Susi tidak bisa berdiri lagi. Sarah melihat Heru melambaikan tangan minta bantuan. Heru lari menghampiri dan membantu memapah Susi keluar dari tempat itu. CUT TO 57. INT. APARTEMENT WALTER - MALAM Bejo dan Sarah memapah masuk ke apartement Walter. Susi direbahkan di sofa. 

  Sarah juga tergeletak tertidur di lantai. Heru menyelimuti Susi, Heru meninggalkan Susi di sofa. Susi yang tersadar menjatuhkan dompetnya keluarlah foto mereka berdua. Heru memungutnya. Susi tersadar, melihat Heru lalu memegang tangannya. Heru menoleh. SUSI   Mas, aku masih sayang kamu, kamu jangan pergi Tapi selesai bicara itu Susi terjatuh lagi. Heru keluar dari apartement itu tampak berpikir sesuatu sambil menutup perasaannya CUT TO 58. INT. APARTEMENT WALTER - SIANG Pintu dibuka masuk Walter diantar suster. Suster membawa masuk barang milik Walter dan memapah Walter duduk ke ruang tengah. Walter melihat Sarah dan Susi masih tertidur karena mabuk. ​WALTER ​  Kamu boleh pergi.. terima kasih Suster berjalan keluar dari ruangan itu. Susi terbangun dan masih agak sempoyongan tersenyum melihat Walter duduk di meja makan. Tapi Susi masih tampak agak pusing. Susi mendekati suaminya ​SUSI   Kamu sudah sembuh? Kenapa gak telfon biar aku jemput.. mau minum apa sayang? WALTER   Kamu kesini.. duduk sini sebentar Susi mendekat dan duduk di depan Walter ​WALTER   ​Kenapa kamu mabuk? ​SUSI ​  Aku diajak Sarah... ​WALTER   ​Kamu tahu aku tidak suka pemabuk! ​SUSI ​Ini hanya iseng .. ​WALTER   Selalu begitu ini hanya pertama iseng.. selanjutnya iseng-iseng.. selanjutnya iseng-isengan.. kamu tahu petunjuk larangan minuman keras yang memabukkan tapi kamu langgar juga .. kamu tidak punya prinsip! SUSI   Aku minta maaf..aku tidak akan mengulangi lagi WALTER   Lebih baik kamu bangunkan temenmu itu [nunjuk Sarah] lalu keluar dari tempat ini.. SUSI   Maafkan saya Walter... Walter membuang muka WALTER   Pergi.. keluar dari ruangan ini.. kamu aku ceraikan..keluar Susi bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Sarah untuk memapah-nya keluar. Susi memunguti tas Sarah dan mengambil tasnya juga 

  CUT TO 59. INT. LOBBY APARTEMENT – SIANG Susi memapah Sarah untuk didudukkan di sofa ruang tunggu apartement. Seorang portir menghampiri. ​PORTIR ​Mobilnya mau saya keluarin Bu? ​SUSI O ya boleh.. [mencari kunci mobil sarah didalam tas] ini kuncinya.. e.. mas.. hari ini mas Heru shift siang apa malem? PORTIR   O mas Heru sudah pindah kerja SUSI Lho semalem masih kerja kok PORTIR Iya tadi pagi aja baru pamitan SUSI Pindah kemana dia? PORTIR Wah gak tahu Bu... Permisi Susi bengong.. bingung mau kemana... Sarah masih belum sadar. Susi membopong Sarah kearah velvet park nunggu mobil Sarah keluar. Mobil Sarah tak lama kemudian keluar. Mereka memasuki mobil dan mobil melaju meninggalkan tempat itu CUT TO 60. INT. MOBIL SARAH – SORE Sarah masih tak sadar ditidurkan disebelah Susi menyopir mobilnya keliling Jakarta. Susi setengah mau nangis tapi juga tampak tegar menghadapi semua ini. ​V.O. SUSI   Semua kesalahanku, aku tidak sabar menunggu mas Barok, aku tidak tawakal menerima takdirku mempunyai suami penjahat, semua diminta kembali sama Allah.. aku kurang ikhlas dengan yang diberikan Allah... aku juga tidak gigih mencari mas Heru sebelum memutuskan menikah dengan mas Barok maupun Walter.. Walter mendapat hidayah dari ketulusanku tapi aku tidak bisa menjaganya... memang semakin iman kita kuat, tinggi, semakin besar juga cobaan buat kita.. Sekarang aku ingin memperbaiki semua... aku harus bisa.... Bismilah Sarah terbangun.. Susi tersenyum padanya.. Sarah masih kelihatan puyeng ​SARAH ​  Kemana kita ​SUSI ​  Pergi jauh dari neraka ​SARAH   ​Mabuk lu ya… neraka itu kita bikin sendiri… kita buang sendiri ​SUSI   ​Lu yang mabuk… ​SARAH ​  Laper nich… makan dulu yuk ​SUSI ​Oke bos.. Susi tersenyum memberi sign ke kiri untuk parkir kearah café CUT TO 61. INT. KAFE PINGGIR JALAN – SORE Sarah dan Susi memasuki Kafe duduk salah satu sudut meja. Setelah naruh tas Sarah ke toilet. Pelayan kafe yang sedang merapikan meja dan memunguti piring-piring dan gelas dimeja dekat mereka, memunggungi Susi. Susi menepuk punggungnya ​SUSI ​Pesen dong Mas Pelayan itu membalikkan badan dan mereka saling terkejut karena dia ter-nyata Heru HERU   Oh, pesen apa Bu? [Heru terdiam memandang Susi tidak percaya] darimana kamu tahu aku disini SUSI   Dari Allah… ini kebetulan saja kami mau makan disini dan ternyata kamu disini… HERU   Mau pesen apa Bu? SUSI Aku pesen supaya kamu kalau mau menjauh dariku bilang saja HERU Aku tidak menjauh.. hanya saja menghindari fitnah.. godaan karena kamu istri orang lain... Jadi sekarang mau pesen apa SUSI   Tidak. Walter menceraikan aku. Karena dia merasa mendapatkan sesuatu yang lebih baik. HERU   Apa itu? SUSI Iman dan Islam. Sedangkan aku sedang mencari itu kembali, dan aku tahu kemana aku harus mencari itu.Mau kamu jadi imamku? HERU Permisi Heru membawa piring-piring dan gelas ke arah dapur kafe dengan trolli. Susi mengejar dan mencegahnya. Manager kafe memperhatikannya ​SUSI   Kalau kita memang tidak berjodoh aku akan pergi sekarang juga tidak perlu pesen apa-apa disini.. Tangan Susi memegang tangan Heru. Heru terhenti tidak bisa bilang apapun. Sarah keluar dari toilet memperhatikannya. Susi mau menangis ​SUSI ​  Selamat tinggal sayang Susi melepas tangan Heru dan berjalan cepat keluar dari kafe. Sarah mengejarnya ​SARAH Susi tunggu Manajer Kafe mengkode dengan kepalanya supaya mengejar Susi tapi Heru tetap berjalan kearah dapur. 

  CUT TO 61. EXT. PARKIR KAFE – SORE Susi masuk mobil diikuti Sarah. Susi menahan tangis yang tak kuat ditahannya lagi ​SARAH ​Kamu kenapa? Susi tidak menjawab tapi langsung menstarter mobil. Tapi Sarah menahan Susi memasukkan gigi mobil. ​SUSI   Orang tadi cinta pertamaku yang selalu kandas.. tidak pernah tercapai keinginan kita .. semua keadaan yang telah memisahkan kita.. aku masih sayang dia tapi dia tidak percaya diri lagi sama aku… Susi menepiskan tangan Sarah dan memasukkan gigi mobil dan langsung menjalankan mobil tapi seketika langsung mengeremnya karena dikagetkan seseorang menyebrang dan berhenti didepannya. Pemuda itu mendekati mobil. Susi tercengang. Pemuda itu Heru. ​HERU   Kalau yang didalam mobil ini ada yang menjadi jodohku tolong keluar dari mobil.. kalau dia benar-benar pacarku yang dulu di kampung dan masih punya cinta seperti dulu.. tolong jawab SUSI   Iya aku Susimu yang dulu HERU   Kamu yakin mau jadi istriku? Susi mengangguk SUSI   I love you Mas HERU   Susi, Im in Lop.. Heru dan Susi saling mendekat dan berpelukan. Para pegawai kafe mengintip dibalik jendela kaca kafe. Sarah tersenyum senang. Heru dan Susi mau ciuman terhenti ​KOORD PARA PEGAWAI KAFE ​  Resmi dulu donk Heru dan Susi saling senyum malu The End