Try new experience
with our app

INSTALL

INTIM (Black Romance) 

Chapter 1

01. INT. KAMAR MAYA – MALAM MAYA menulis email di laptop, 

EMAIL MAYA [dalam voice over] Apa kabar Cinta? Maya seneng banget denger kabar kamu sudah wisuda seperti doa Maya setiap hari... Maya minta maaf karena baru saat ini bisa kirim kabar. Sebenarnya Maya sendiri gak tega nyampaiin kabar ini …Tapi kalau begitu, nanti kamu pasti nunggu-nunggu.. Jadi Maya pikir, sekali saja Maya menyakiti hati Sandi daripada menyuruh Sandi terus menerus menanti dalam kebimbangan. 

DISSOLVE TO 02. INT. WARNET - MALAM SANDI membacanya. Sandi teringat, saat pacaran mereka tidur sekamar. Keesokan paginya semua pakaian mereka terlepas di sekitar tempat tidurnya sementara Maya masih tidur pulas dalam pelukan Sandi. 

DISSOLVE TO 03. INT. KAMAR MAYA – MALAM Maya menulis email di laptop EMAIL MAYA [dalam voice over] Sandi sayang, Maya berharap kamu bisa tabah.. Maya yakin berita ini akan memukulmu tapi tidak sampai menghancurkanmu. Papa sama sekali tidak setuju dengan hubungan kita.. Maafin Papa ya Sayang.. kamu tahu Papaku selalu kuatirin aku.. Papa memaksa Maya menikah dengan seorang pengusaha kaya dari Surabaya. 

DISSOLVE TO 04. EXT/INT. KAMPUS MAYA/ KLINIK - SORE Maya di kampus lari ke toilet dia muntah-muntah lalu menelfon Sandi. Tapi Sandi lagi ujian gak bisa diganggu.. Maya berpengertian tidak mengganggunya 

CUT TO 05. INT. KAMAR MAYA – MALAM Maya menulis email di laptop EMAIL MAYA [dalam voice over] Maya tak dapat menolak lagi, sayang. Karena setelah Maya berpikir cukup lama, itulah satu-satunya jalan yang terbaik buat Maya. Maya menerima lamaran dan kami menikah… 

CUT TO 06. INT. AMBULANCE – SENJA FLATLINERS Nadi melemah… 

CUT TO 07. INT. WARNET - SENJA MATA SANDI berkaca-kaca matanya ditutupi tangannya yang diantara jemarinya bertatoo M-A-Y-A, saat membaca email MAYA yang menceritakan harus segera menikah dengan pria lain 

CUT TO 08. INT. AMBULANCE – SENJA FLATLINERS Nadi semakin melemah 

CUT TO 09. EXT. JALANAN – SENJA Ambulance melaju cepat melewati mobil-mobil hingga terjebak di jalur macet dan meraung-raung terus sepanjang jalan 

CUT TO 10. INT. RUMAH MAYA - MALAM WEDDING DAY suasana persiapan pernikahan MAYA. Fitting gaun nikah, Undangan yang berkelas dan cinderamata yang eksklusif. Dipersiapkan semua oleh pegawainya FINDO. TANDYO ayah Maya sudah tampak sehat dan bahagia melihat anaknya segera menikah melakukan foto pra-weeding dan semua persiapan mewah itu 

CUT TO 11. INT. AMBULANCE – MALAM AYAH SANDI ditemani SENDA jadi panik, ambulancenya terjebak dalam jalur macet. Ayah Sandi kena serangan stroke. Flatlinersnya menunjukkan ayah Sandi sudah tidak bernyawa lagi. Tita begitu terpukul tapi semua tak bisa berbuat apa-apa. Senda segera mengangkat Handphonenya mendial nomor Sandi 

SENDA Kak, kakak yang tabah… supaya ayah kita bahagia.. ayah sudah tidak bisa sama kita lagi.. (meneteskan air mata) O.S. SANDI (Diam cukup lama) ….gue dalam perjalanan, elu juga… yang tabah.. 

SENDA gue tahu kakak juga pasti sangat terpukul kehilangan banyak hal.. SENDA tak bisa berkata-kata lagi dalam sekali ia menyayangi ayahnya 

CUT TO 12. INT. AULA - PAGI Ritual PERNIKAHAN MAYA & FINDO dikunjungi banyak kerabat Ayah MAYA maupun FINDO. TANDYO tersenyum bahagia sekali. Begitu juga MAYA. Pengulu siap menikahkan mereka. Keduanya sudah berikrar bersama. 

CUT TO 13. INT. RUMAH DUKA DI RUMAH SAKIT - PAGI WAJAH AYAH SANDI terpejam di dalam peti itu. SANDI dan SENDA berdiri bersebelahan dan kemudian berlutut dihadapan mayat ayahnya 

SENDA Semua disita Mister FINDO 

SANDI Siapa FINDO itu? 

SENDA Gue gak tahu apa-apa urusan perusahaan ..Yang gue tahu dalam 2 tahun ini ayah terlibat hutang ratusan milyar bahkan hampir trilliun sama Mister Findo. Sandi memicingkan mata penasaran siapa Findo itu 

CUT TO 14. INT. AULA - PAGI MEMPELAI PENGANTEN CIUMAN, semua undangan & kerabat berbahagia Semua mengiringi kebahagiaan itu…

CUT TO 15. EXT. PEMAKAMAN – PAGI Sandi sedih dipemakaman ayahnya. Membacakan doa memberi fatwa tentang kematian. Setelah itu jenazah mulai diturunkan. Tapi yang terngiang kegagalan dan kehancuran Sandi sendiri. Senda disebelahnya bersama YOLA. Jenazah sampai dasar. Setelah para pelayat mulai bubar. Slowmotion tangan Sandi merogoh ke leher kemejanya mengeluarkan kalung Love dan menariknya hingga lepas 

CUT TO 16. INT. BAR – MALAM SANDI duduk sendiri di café Luna. Hanya tampak dari balik punggungnya dia berkali-kali menuang birnya berkali-kali dan berkali-kali diminumnya. Yola menghampirinya dan merangkulnya dengan lembut membisikkan sesuatu. 

YOLA Pacar cuma bikin kepala lu pusing.. 

SANDI Elu gak pernah tahu, gimana rasanya cinta 

YOLA Patah hati gak akan ngebunuh lu. Minggu pertama memang sakit. Tapi minggu kedua elu akan merasa lebih enak . Dan minggu ketiga, elu sudah lupa..Kalau elu ingin ngelupain semua itu sekarang..ML aja ama gue Mata 

SANDI melirik tajam…Sandi membanting gelas tegukan terakhirnya.. 

CUT TO 17. EXT. PANTAI ANYER – MALAM SANDI berjalan agak sempoyongan tapi menunjukkan kalau SANDI sering minum alkohol. YOLA terus mengejarnya. 

YOLA Tahu kenapa orang menyebutnya “jatuh cinta” Bukan sebaliknya? Karena cinta itu lebih banyak menyakitkan 

SANDI Tidak, cinta hanya sakit saat berakhir Tapi gue udah pernah puas karena cinta 

YOLA Ini cinta yang elu bangga-banggain..dengan filosofis tolol lu itu? kalau dia cinta ama lo..Kenapa sekarang dia merried sama cowok lain? 

SANDI Elu kesini buat nemanin gue apa lu mau bunuh gue? Sampailah mereka disudut pantai yang mulai sepi jauh dari keramaian. Yola menghentikan Sandi dan memegangi wajahnya dengan kedua tangannya 

YOLA Sandi , sesuatu yang sudah hancur..Gak akan bisa elu susun lagi..Mulailah dengan cinta yang baru Yola sengaja menjatuhkan tubuh Sandi yang lemah itu ke pasir pantai. Yola menindih Sandi yang kedua tangannya masih memegang botol minuman dan berkali-kali meminumnya. Mereka berguling disemak-semak sampai tidak kelihatan. 

O.S. SANDI [ mendesis ] Maya … Maya.. TERDENGAR SUARA TAMPARAN lalu Yola keluar sambil mematut bajunya yang tidak rapi lagi begitu juga rambutnya. 

Sandi bangkit mengejarnya dengan kemeja yang sudah dikancingkan. Lantas SANDI terjatuh tak kuat lagi mengejar Yola. Setengah sadar ia meraba kantong bajunya diambilnya kalung Love 

SANDI Tuhan apa kabar, kutemukan lagi kamu Biarpun sudah berkali-kali kubuang SANDI terlelap mabuk berat. 

LASHBACK TO 18. INT. MOBIL SANDI – SORE Mobil sudah ditepi pantai. MAYA mulai merem matanya. SANDI mendekatkan wajahnya ke wajah Maya, bibirnya sudah perlahan hendak menciumnya. Tapi paha Sandi mendorong rem tangan mobil yang sudah kendor hingga mobilnya mulai bergerak ke arah pantai hampir mencebur. Ketika bibir hendak saling mendekat. 

MAYA Maaf sayang aku inget orang tua kita bilang tentang ciuman itu diharamkan [melirik ke belakang mobilnya bergerak pelan] Tapi mobil kita jalan sendiri.. Ya ampun kita mau kecebur ke pantai Keduanya ketawa campur panik 

SANDI Waduh gue bisa dimarahin Bokap, mobilnya nyebur Cepetan keluar Sandi coba menginjak rem dan menarik berkali-kali rem tangannya yang dah kendor itu. 

BACK TO 19. EXT. PANTAI – PAGI BONGI anjing TANTE LOVE menemukan SANDI terkapar di pantai dalam keadaan mabuk berat. Di sekitarnya ada satu-dua botol minuman. Di kelingking jari-jarinya terdapat tattoo bertuliskan M-A-YA, tangan itu sedang menggenggam kalung Love. Hanya kaki Tante Love yang kelihatan menghampiri laki-laki yang sedang sial itu. Yang khas dari kaki Tante Love karna kuku-kuku kakinya diwarna kutek merah dan membuang puntung rokok sembarangan. 

O.S. TANTE LOVE Payah.. masih ada masih ada cowok mabuk karena cewek.. Riak-riak ombak menyapu mengelap wajah Sandi. Lalu Tante Love menyeret Sandi sekuat tenaga dibawanya pergi dari tempat itu 

CUT TO 20. INT. RUMAH BORDIR TANTE LOVE – PAGI Kostum Gypsi yang seksi mulai memperlihatkan Tante Love yang masih ketutupan rambut nyentriknya. Sandi direbahkan di sofanya. 

Cut to 21. INT. RUANG MAKAN, RUMAH FINDO - PAGI FINDO sudah menunggu di meja makan. Mereka sarapan nasi goreng dengan telur mata sapi dan susu hangat yang disiapkan oleh seorang MBOK SUM. Maya duduk berseberangan dengan Findo. Suasana kaku. 

FINDO Nasi gorengnya enak...coba dulu... MAYA tak bereaksi FINDO Aku minta maaf, aku kalap... aku janji tidak akan nyakiti kamu lagi...aku janji.... MAYA tetap tak bereaksi. Hanya membetulnya kimononya dan menahan sakit punggungnya 

CUT TO 22. INT. RUMAH BORDIR TANTE LOVE - SORE Pandangan SANDI masih kabur. Sosok tante Love masih belum jelas ketika menghisap rokok terakhirnya. Sandi masih merasakan pening dikepalanya hingga pandangan Sandi mulai jelas melihat Tante Love mematikan rokoknya. Di sekitar banyak lelaki gigolo bersendau gurau 

TANTE LOVE Lu kayaknya lagi ancur banget.. seperti gembel yang terbuang..bagaimanapun rumah gue masih lebih enak daripada di pantai..Kalau lu mau lu bisa tinggal sini sama gue Kebetulan gue lagi butuh temen baru seganteng elu, apalagi badan lu bagus bisa dapet duit banyak... 

SANDI Gue lagi gak butuh uang..[ masih agak mabuk ] bokap gue lebih dari cukup.. kalau perlu lu kerja sama bokap gue 

TANTE LOVE Bokap lu yang kaya itu ngebiarin anaknya jadi gembel di pantai? Sandi hendak bangkit tapi masih agak gontai TANTE LOVE Tiduran aja dulu kalo sempoyongan gitu lu akan lebih dekat ke neraka daripada pulang ke rumah lu yang gak jelas gitu 

SANDI [bangkit terhuyung-huyung] persetan! 

TANTE LOVE Kalau udah gak jelas mau kemana lu pulang Balik aja kesini lu bisa lebih hidup disini SANDI Kalau semua pintu sorga udah gak ada gue balik lagi kesini Sandi melangkah ke pintu dan pergi dari tempat itu 

CUT TO 23. INT. APARTEMENT YOLA – MALAM Pintu terbuka YOLA terkejut melihat SANDI berdiri disitu. 

SANDI Gue minta maaf, semalam gue gak sadar..Lu tu perhatian banget ma gue.. gue cuma lagi tersesat..Lu mau maafin gue? 

YOLA Elu gak perlu minta maaf, gue masih sayang ama elu tapi .. 

SANDI Boleh gue nginep tempat lu? O.S. LEXY Honey siapa diluar? Cepetan donk sayang 

YOLA ​Sorry ya.. ntar lu gue telfon YOLA menutup pintu. Sandi terpaku bingung tak tahu arah 

CUT TO 22. EXT. BAR - MALAM Sandi sedang minum bir kaleng disudut meja payung. [belum selesai] 

25. EXT. BANDARA – PAGI Pesawat menuju ke Jakarta take off. 

Cut to 26. INT. PESAWAT – PAGI RYAN termenung menghadap ke jendela pesawat. Tangan YOLA meraba dan menggenggam tangan RYAN yang frustasi itu. Tapi RYAN masih belum membalasnya. flashback to 

27. INT. KAMAR DI VILLA, MALAM RYAN dan ELSA berdua di atas tempat tidur. 

RYAN aku janji padamu untuk menyelesaikan sekolah dengan baik..supaya bisa pulang untuk melamarmu.. 

ELSA Gimana dengan Yola...dan pergaulanmu di sana.. RYAN Aku akan menjaga diriku, demi kamu.. atau aku tetap di jakarta saja lalu kita menikah.. ELSA Siapa yang mau mengawinkan kita..., yang papamu mau adalah ijasah sarjanamu, bukan perkawinanmu..,jangan cari gara-gara sama papamu... 

RYAN Apapun yang kamu mau.. Karena tidak ada perempuan selain kamu di sini.. [ Ryan menunjuk dadanya ] 

ELSA tersipu, memalingkan wajah. RYAN meraih dagu ELSA mendekatkan wajah gadis itu ke wajahnya. RYAN Beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau bersamamu Aku bisa jadi laki-laki paling baik, hanya disisimu aku bisa jadi Suami paling setia. Kamu mau menungguku kan Melia? 

ELSA Aku mau Ryan, aku mau.. RYAN Pandang aku, kamu wanita yang paling cantik Yang selalu ada di hatiku.. maukah kau menciumku Seperti aku pernah menciummu Lampu kamar padam. Silhoutte di sofa. RYAN membuka kaosnya dilempar diluar sofa. Lalu lampu nyala lagi 

O.S. ELSA Maaf Ryan, aku inget nenek bilang tentang ciuman Katanya mencium boleh tapi mengulum lidah itu dosa 

O.S. RYAN Itu karna dia tidak pernah pacaran sperti sekarang Lampu kamar padam lagi. Kaos ELSA dilepas leo dilempar sekenanya Back to 

28. EXT. PINGGIR JALAN, DEPAN RUMAH RIDWAN - MALAM Hujan turun deras, RYAN berdiri di depan pintu gerbang rumahnya yang sekarang sudah menjadi milik FREDDY WIBOWO, di mana di sana tinggal perempuan yang sangat dicintainya. RYAN hanya berdiri di sana, kehujanan. YOLA naik taksi menyusulnya. YOLA keluar dari taksi membawa payung dan segera memayungi RYAN mengajaknya masuk kedalam taksi. 

Cut to 29. INT. KAMAR ELSA & FREDDY – MALAM Diluar masih hujan deras. ELSA yang sudah memakai lingerie mematut rambutnya dan ada yang nyangkut di sisirnya. Bertepatan dengan itu FREDDY muncul dari balik bahunya. ELSA menggelinjang seperti terangsang tapi juga seperti kesakitan. Mulut FREDDY seperti menggigit punggungnya. Shot hanya lebih fokus pada tangan ELSA yang memegang list tepi cermin 

Cut to 30. INT. KONTRAKAN REDO - MALAM Ryan tampak lusuh. Ia merasa kacau. Lengkap sudah penderitaannya. Freddy Wibowo mengambil kekasihnya, rumahnya dan ayahnya. Rio menemaninya minum kopi. Redo sembari sms-an dengan seseorang yang bilang Ryan ada di Jakarta 

REDO Sudahlah kamu mesti memulai dengan lembaran baru Jangan disesali. Ayah juga menyesal tak dapat menjumpaimu Sesudah memutuskan hubungan, ayah masih sering memikirkanmu Hanya saja ayah terlalu sombong untuk mengakuinya 

RYAN Bukan hanya itu Redo, semua hidupku sudah hancur 

REDO Aku tahu persis bagaimana kau kehilangan semua Ayah, rumah, perusahaan dan kekasihmu Ikhlaskan semua Ryan, tak ada gunanya disesali 

RYAN Aku pingin tahu siapa sebenarnya FREDDY WIBOWO Yang telah membuat hidup kita sampai begini Redo bangkit mendengar ketukan pintu.