Try new experience
with our app

INSTALL

Rasa Ini Masih Sama 

BAB 1

Aldebaran Liandra dan Aditya Reswara Nirubi. Siapa sih di kota ini yang tak mengenal keduanya? dua sahabat karib yang juga seorang pengusaha sukses. Bahkan setiap orang di Kota Jayakarta pun tahu mereka berdua itu siapa. Nama keduanya kian melejetit seantero negeri, ketika proyek kolaborasi keduanya mulai diluncurkan. Proyek 'Nusa City', hunian modern masa depan, proyek yang juga berhasil menempatan nama keduanya di deretan top 10 pengusaha paling berpengaruh di Asia.

Kesuksesan keduanya dibidang bisnis menjadi dambaan bagi setiap orang. Bahkan bukan hanya kesusesannya dalam bisnis saja yang menjadi dambaan setiap orang, tapi kesuksesan keduanya dalam berumah tangga dan berkeluarga juga menjadi impian banyak orang. Kedua keluarga ini sampai diberi julukan sebagai 'Family Goal's', ada yang memberikan sebutan 'Perfect Family' dan ada juga yang menyebutnya sebagai 'keluarga tanpa cacat'. 

Bagaimana tidak, keduanya masing-masing memiliki istri yang cantik bak model papan atas, yaitu Andini Larasati dan Aldira Jihan Rachelia. 

Rumor dan berita-berita buruk tentang kedua keluarga ini juga nyaris tidak pernah terdengar, tidak seperti keluarga konglomerat yang lain. Kebanyakan dari keluarga konglomerat lain pasti beritanya setiap pagi akan menghiasi surat kabar atau kolom berita online, entah berita perselingkuhan, skandal korupsi, perebutan warisan dll. Maka dari itu keluarga Aldebaran dan Aditya juga mendapat julukan sebagai 'Keluarga tanpa celah'. 

Selain istri yang cantik bak model papan atas. Kedua keluarga ini juga memiliki anak-anak yang tampan, cantik dan pintar. Anak-anak mereka benar-benar mewarisi gen paras sempurna.

Setelah ini bolehlah kalau kita membahas sedikit lebih mendalam lagi tentang anak-anak di keluarga ini. 

Pertama kita mulai terlebih dahulu dari keluarga Aldebaran. 

Rumah tangga Aldebaran dan Andin dikeruniani 5 orang Anak, yaitu : Reyna, si kembar Alden dan Alexis, Aneska serta yang terakhir ada Athala.

Pertama adalah Reyna. Gadis berparas cantik ini merupakan anak Andin dari pernikhan terdahulunya. Meski begitu, Aldebaran juga menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Dibesarkan dikeluarga Aldebaran, Reyna tumbuh menjadi gadis yang ambisius. Dia akan tekun dan fokus meraih apa yang diinginkan. Selain itu, Reyna juga tumbuh menjadi sosok gadis yang pekerja keras, tangguh namun memiliki hati yang lembut seperti ibunya, Andin. Kebaikan hatinya ini terkadang dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki maksud buruk. Kekurangannya hanya satu, yaitu dia takut kegelapan. Ya, bahkan diusianya yang sudah menginjak 22 tahun ini, Reyna masih takut akan kegelapan. 

"Ma.... Ini lampunya masih lama matinya? Bisa nggak sih ma kita bikin PLN sendiri? Ma ini gimana? Ponselku udah mulai lowbat nih ma. Ma.... mama.... mama kemana sih??" Teriak Reyna dari dalam kamarnya. 

Setelah itu mari kita bahas si kembar, Alden dan Alexis.

Anak ke-2 dari Aldebaran dan Andin adalah Alden. Alden adalah yang tertua dari si kembar. Orang menjulukinya sebagai 'Brandal Parama'. Tapi entah kenapa justru banyak gadis di sekolahnya yang terpincut dengan pesonanya itu, kata mereka 'Bad Boy' terlihat lebih mempesona. Julukan itu tersemat padanya, karena memang kelakuannya disekolah yang seperti brandal, sering bolos sekolah, tidur didalam kelas bahkan sering kali juga terlibat dalam tawuran. Kelakuannya memang minus, tapi anehnya dia selalu lulus dalam semua ujian bahkan nilainya juga cukup bagus-bagus. Meskipun dia brandal dan hobi berantem, ternyata ada satu hal membuatnya takut. Ya, dia sangat takut dengan yang namanya kecoa. Alden akan lebih memilih berhadapan dengan geng paling kuat se-kota dibandingkan harus berhadapan dengan kecoa. 

"Husssh! Hussh! Heh! Minggir nggak lu, minggir! Athala jangan jahil ya! minggirin nggak, atau kakak getok kamu pakek ini." Kata Alden sambil mengancungkan sandal pada Athala. 

Kita tinggalkan Alden dengan kecoanya. Sekarang kita beralih ke anak ke-3 Aldebaran dan Andin, yaitu Alexis, kembaran Alden. 

Keduanya seperti dua sisi koin, serupa tapi tak sama. 
Sifatnya dengan Alden sangat berbeda bagai bumi dan langit. Dibanding dengan sang kakak yang brandal, justru Alex adalah peraih peringat satu SMA Parama. Pesonanya tak kalah dengan Alden, banyak gadis juga yang terpincut dengannya. Tampan dan jenius adalah kombinasi sempurna untuk menjadi idola, tapi ada satu kekurangannya dia adalah pria yang kaku dan dingin. Itulah yang membuat para gadis harus berpikir dua kali kalau ingin mendekatinya. 

"Apa ini dari kamu? Lain kali jangan melakukan ini lagi, aku tidak terlalu suka coklat. Lebih baik kamu bagi-bagikan ini ke teman-teman kamu." Katanya sambil memberikan sekotak coklat dan selembar surat pada seorang gadis.

Alden dan Alexis memang memliki sifat yang berbeda bak bumi dan langit. Tapi kalau untuk masalah hati dan wanita, sepertinya mereka memiliki selera yang sama. Ya, keduanya sama-sama menyukai Azkia. Eits! Tapi tenang untuk masalah ini keduanya sudah berjanji akan bersaing secara sehat kok. Hehehe. 

Beralih ke Anak ke-4, dia adalah Aneska. 

Gadis berparas cantik ini memiliki pribadi yang ceria. Sahabat karib dari Azkia, mereka menyebut persahabatan mereka adalah persahabatan sejak embrio. Hehehe, bukannya lebay. Tapi memang begitu adanya, mama-mama mereka hamil diwaktu yang bersamaan. Bahkan kelahiran mereka juga di hari, tanggal dan tahun yang sama dan ajaibnya kelahiran itu terjadi dengan proses normal. Aneska menyebut Azkia adalah 'kembaran tak sedarah'. Aneska selalu dijadikan alibi oleh keduanya kakaknya untuk mendekati Azkia, hal itu terkadang membuatnya sedikit kesal. Bahkan dia tidak setuju kalau sahabatnya itu menjadi pasangan dari salah satu kakaknya. Dia tidak rela saja kalau sahabatnya itu jatuh ditangan kakak-kakaknya yang menyebalkan itu.

"Pleasee Anes, kamu ajak Kia ya... Please... Kalo kita yang ngajak pasti dia nggak akan mau." Kata Alexis dengan memohon.

"Nggak mau ah! Ajak aja sendiri." Sahut Anes dengan ketus.

"Dua gaun rancangan Alexander Chloe, masih tetep nggak mau bantuin kakak?" Kata Alden mencoba merayu Anes. 

Seketika mata Anes pun berbinar, "Okeh, deal! Jam 7 malam kita nonton, aku bakalan ajak Kia." Kata Anes sambil menjabat tangan Alden sambil tersenyum lebar. 

Terkahir adalah si bontot Athala. Athala adalah ke-5 dari Aldebaran dan Andin. Jaraknya yang cukup jauh dengan kakak-kakaknya membuat Athala ini sangat dimanja dan dekat dengan mama-papanya. Dia anak yang manis dan humble, meskipun terkadang sering menjahili kakak-kakaknya. Athala ini juga paling dekat dengan Andin, bahkan dia sangat romantis. Kebiasaannya setiap pagi adalah memberikan setangkai mawar untuk mamanya. 

---

Mari kita bergeser ke keluarga Aditya, keluarga yang memang sudah kaya raya sejak embrio ini memang terlihat sangat 'badas'. Darah Nirubi mengalir kental dikeluarga ini. 

Pernikahan Aditya dengan Jihan menghasilkan 3 keturunan, yaitu Saif, Azkia dan Kavindra. Masalah visual dari ketiganya tidak perlu diragukan lagi. Sepertinya kata 'sempurna' cocok untuk menggambarkan ketiganya. 

Kaya, muda, tampan, jenius dan sedikit cool. Membuat Saif menjadi cowok impian setiap wanita. Visualisasi cowok-cowok impian di novel-novel seakan tergambar jelas pada diri Saif. Meski begitu, Saif ini bisa dibilang sebagai 'Sad Boy' karena cintanya pada Reyna yang tak tebalaskan. Reyna ternyata adalah kekasih dari om nya sendiri yaitu Fathan. Keputusan Reyna untuk bertunangan dengan Fathan, membuat Saif harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bisa bersama dengan Reyna. Lalu Saif pun memilih untuk tinggal di London dan melanjutkan studinya di sana. 

Meski saat SMA dia terkenal bandel, tapi semuanya itu berubah saat dia beranjak dewasa. Sikapnya sudah sangat dewasa sekarang. Hehehe. Untuk masalah berantema dan mencari ribut, jangan ditanya lagi. Hal itu terkadang masih sering dia lalukan. Apalagi saat melihat orang yang sombong 'songong' dan sok berkuasa ada didepannya, dia tidak segan untuk memberikan tamparan menohok untuk orang-orang itu. Tentunya tamparan yang dimaksud bukanlah tamparan secara langsung, melainkan sebuah sindiran keras. 

"Ini bener-bener koleksi yang paling mahal ya di toko ini? Nggak ada yang lebih mahal lagi mbak? saya mau ambil seri yang ini nih soalnya." Kata seseorang pria yang sedang memilih-milih jam tangan disampingnya sambil menilhatkan sebuah gambar jam dari ponselnya. 

"Mohon maaf pak, untuk seri yang bapak maksud, di toko kita memang belum ada pak. Biaya cukainya sangat mahal." Jawab staf toko itu. 

"Nggak papa deh, berapapun akan saya bayar. Asalakan seri itu ada. Saya bisa aja sih beli semua jam tangan yang ada di toko ini sekarang, tapi masalahnya saya pingin banget punya seri yang itu." Sahut pria itu dengan sombongnya.

"Bacot banget sih nih bapak-bapak, kudu ya ngomongnya sambil teriak-teriak gitu?" Gumam Saif kesal. Lalu Saif pun memanggil salah satu staf toko, "Mbak." Panggilnya dengan ramah. 

Staf toko itu pun menghampiri Saif, "Iya pak ada yang bisa saya bantu?" Tanya staf toko. 

"Saya mau jam tangan ini, masing-masing satu dari setiap seri yang ada di toko ini." Kata Saif sambil menunjuk salah satu brand jam tangan mewah. 

Mendengar hal itu, sontak hampir semua orang yang ada di toko itu terkejut dan seperti tidak percaya. Bagaimana tidak, harga satuan dari dari jam tangan yang ditunjuk Saif itu bernilai ratusan juta. 

Kedua adalah Azkia. Gadis yang akrab dipanggil 'Kia' ini merupakan anak kedua dari pasangan Aditya dan Jihan. Parasnya yang rupawan ini diwarisi dari gen mama dan papanya. Selain cantik, Kia adalah gadis yang jenius. Kalau Alexis adalah siswa nomor satu di SMA Parama, maka Kia adalah siswi nomor satu di SMP Parama. Saking jeniusnya, dewan guru sempat merekomendasikannya untuk loncat kelas. Tapi Kia menolak itu, karena dia masih ingin menemani sahabatnya, Aneska hingga lulus bersama-sama. 

Darah seni juga mengalir pada dirinya, bakat dance dan menyanyinya diwarisi langsung dari papa dan mamanya yang memang jago dance saat masa mudanya. Dengan bakat dan paras yang demikian orang-orang banyak yang meyarankannya untuk menjadi seorang artis saja. Tapi dibanding menjadi seorang artis, Kia justru lebih tertarik untuk menjadi seorang dokter atau ilmuwan.

Untuk masalah Alden dan Alexis? Kia juga sudah tahu. Kia tahu kalau dua saudara kembar itu menaruh perasaan padanya, tapi Kia tidak mau ambil pusing dengan hal itu. Selama mereka tidak terlibat baku hantam hingga pertumpahan darah, Kia menganggap persaingan keduanya masih wajar dan dia bisa memaklumi hal itu. 

"Pasti disuruh kak Alden sama kak Alexis kan?" Tanya Kia pada Anes. 

Anes meringis, "Hehe... Iya."

"Disogok apa an lu?" Tanya Kia lagi. 

"Dua gaun rancangan Alexander Chloe. Nanti gue kasih satu deh buat lu." Sahut Anes. 

"Oke lah kalo begitu. Bisa gue pertimbangkan, lagian gue juga lagi pingin nonton." Kata Kia. 

"Thanks Kia. Muach!" Anes memeluk Kia dengan girang. 

Beralih dari Kia, kita menuju ke Kavindra. 

Kavindra adalah anak ke-3 dari pasangan Aditya dan Jihan. Sifatnya yang kaku, membuatnya terlihat lebih dewasa dibandingkan dengan bocah seumurannya. Hobinya adalah main game, bahkan dia bisa menghabiskan seluruh waktunya bediam diri didepan komputer hanya untuk bermain game. Meski begitu prestasi Kavin di sekolahnya tak main-main. Kalau kakak perempuannya adalah siswa nomor satu di SMP Parama, maka Kavin adalah siswa nomor satu di SD Parama. Sama seperti Kia, Kavin juga direkomendasikan untuk loncat kelas. Seharusnya dia berada di kelas 4 sekarang, tapi karena kemampuannya di atas rata-rata, dia akhirnya dimasukkan ke kelas 5. Bahkan sebenarnya menurut dewan Guru dia juga sudah bisa dimasukkan ke kelas 6, tapi Jihan tidak mengizinkan itu. Dia tidak ingin anaknya itu semakin terlihat seperti 'Bocah Tua' yang membosankan.

Sekarang kita sudah tau semua anak-anak dari Al dan Andin, yuk mari kita lihat seperti apa kehidupan mereka sehari-hari.

Dimulai di pagi hari...