Try new experience
with our app

INSTALL

Elise 

Namanya Elise, kasihan dia…

“Sii… siapa kamu… “ - kataku sambil ketakutan…

  Dia hanya memandangku, seram sekali, seketika ia bangkit dan menghampiriku.

  Jreng….! Wajahnya mendekat kepadaku. Dengan senyumnya yang mengerikan, dan matanya yang melotot namun kosong sembari memandangku. Aku diam, badanku tidak bisa bergerak. Kaku sekali. Seketika ia menjauh.

  Wajahnya seketika berubah manis.

“aku Elise….” Katanya sambil tersenyum…

“sedang apa kamu, siapa kamu sebenarnya?” –kataku yang masih belum percaya ia ternyata bisa berkata seramah itu.
“kamu tidak perlu tau siapa aku sebenarnya, maukan kita berteman?” katanya sembari tersenyum.

“apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu mau berteman denganku?” kataku…

“bantu aku, aku harus mencari jari-jariku yang hilang….” Kata Elise sembari bersedih.

  Ia menunjukan tangannya, jari-jarinya hilang… saat itu aku tau kalau dia bukan manusia… tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa…

“bagaimana?... kamu menolakku?” katanya memastikan. Aku masih diam, sampai nampaknya dia sedih, dan kecewa kepadaku.

“baiklah, tidak ada yang mau membantuku… manusia benar-benar jahat” katanya. Sambil pergi dari hadapanku.

Seketika aku berucap “baiklah, tapi apa yang harus aku bantu?”.

“benarkah?” Katanya kembali tersenyum…

  Cling….! Seketika dia menyentuh dahiku, aku seperti terbawa ke dalam sebuah cerita, cerita yang sangat mengerikan….

  Aku berada di dalam sebuah rumah yang besar, disitu aku lihat seorang Laki-Laki bernama Marko sedang bersama Elise yang sedang memainkan piano nya, Elise terlihat sangat senang sekali, tapi tiba-tiba seorang wanita cantik datang, ngomong-ngomong Marko ini tampan sekali, lihatlah rambutnya yang rapih itu, kulitnya yang putih dan badannya yang sangat proporsional, tapi aku rasa dia bukan siapa-siapa nya Elise, karena tiba-tiba seorang wanita cantik datang, ia terlihat sangat galak. Namanya Carla, ia marah kepada Elise yang hanya mengganggunya pacaran dengan Marko.

  Oke disini aku tahu kalau Kalau Marko itu adalah Pacar dari Carla, Carla adalah Kakak dari Elise… Ooh… aku semakin paham kalau Carla ini tidak suka dengan Elise karena Elise dianggap sebagai pengganggu, padahal Marko sangat suka dengan Anak-Anak.. mungkin Elise tidak salah, tapi memang Carla saja yang merasa Marko jadi lebih perhatian kepada Elise dari pada dirinya.

  Malam itu Carla marah sekali sama Elise karena ia gagal kencan, Cuma karena Marko hanya ingin mendengar Elise memainkan pianonya. Carla menarik Elise, kebetulan sekali waktu itu keluarga Elise sedang berada di luar kota.  Seketika Carla menarik Elise paksa dari tempat tidurnya, Carla marah.

“kamu sudah keterlaluan Elise!” seruan Carla yang sangat marah sekali kepada Elise.
“Kak… ada apaa?! Kenapa jadi aku yang salah?!” Kata Elise sembari menangis.

  Diam…! Kata Carla membentak Elise…

  Elise dibawa ke sebuah ruangan bawah tanah, badan Elise di ikat di sebuah tiang. Dengan tangan yang juga di ikat namun tidak menyatu dengan tiang kayu itu. disitu Carla mengambil sebuah pisau besar, mirip dengan pisau daging. Carla lalu memegang tangan Elise dan menaruhnya di sebuah Meja kayu, Elise terus berteriak.

“kak…! Tidak kak… apa yang mau kakak lakukan…”Elise menangis, Nampak sudah pasrah.

  Crat…!Darah mengucur deras, mengenai Elise dan Carla, terlihat Carla sudah memotong jari-jari Elise yang mungil itu.

“ini akibar dari kamu yang selalu cari perhatian sama Marko” begitu katanya, terlihat jelas Carla sangat cemburu.

  Elise sudah tidak bisa berbicara, ia kesakitan. Carla malah tertawa dengan apa yang telah ia perbuat. Melihat Elise yang kesakitan, Carla malah semakin menjadi-jadi. Ia lalu langsung melempar pisau daging itu ke tubuh Elise…

  Crat…!Pisau itu mengenai dada Elise, seketika Elise tidak bisa bekata-kata. Pandangannya kabur. Carla mendekati Elise sambil tertawa.

Aku tersadar, Elise masih di sebelahku. “kenapa dia begitu kejam sekali?” kataku sambil merasa ketakuktan.

“Entahlah, manusia memang selalu merasa tersaingi, karenanya mereka tidak mau kalah. Menganggap dirimu kalah tandanya kamu mati, sama dengan ku…” katanya.

  Aku tidak begitu paham, namun aku bertanya. “kalau aku membantumu, apa yang harus aku lakukan? Ooh iya Namaku Patricia, kamu bisa memanggilku Patty”

“Patty, tolong cari jari-jariku…” aku ingin memainkan piano ini lagi.

Jreng…! Aku terdiam… lalu berbicara “mencari jari-jarimu? Lalu tadi kamu memainkan piano itu dengan apa?”

“Aku ini bukan manusia, aku bisa memainkannya dengan hanya melihat piano itu, tapi bukan itu yang aku mau… aku mau memainkannya dengan jari-jariku ini… lagipula sejak kamu pindah kesini, aku sudah mendengarkanmu memainkan lagu Fur Elise itu. lagu kesukaanku…”kata Elise sambil tersenyum.

  Aku heran dan sesekali bertanya “dimana aku bisa menemukan jari-jarimu? Bukannya aku tidak tau dimana rumah mu itu?”
Elise tersenyum “rumahku adalah rumah yang kamu tempati sekarang”

  Degh…! Degh…aku merasa tercengang kembali ternyata rumah ini berhantu…aku merasa akan ada sesuatu lagi yang terjadi dan tidak mau membantunya, namun aku kasihan dengan Elise..

“jadi apa yang harus aku Lakukan Elise?” kataku penasaran.

“kamu harus melewati 3 rintangan Patricia.. dan itu hanya bisa di lakukan oleh Manusia”

“3 tantangan?”

  Elise mengangguk senang.

****