Try new experience
with our app

INSTALL

Usai 

Chapter IV

Masih di caffe itu, Aska dan Leviosa saling menatap tanpa berkata apapun tetapi dipikiran mereka sedang kembali pada 10 tahun yang lalu. 

Tanpa mereka sadari pengunjung café datang dan pergi sedang mereka masih saling sibuk dengan duniannya, seakan mereka berdua tenggelam dalam masa lalu.

Sampai pada akhirnya Aska mengajukan sebuah permohonan kepada Leviosa.

“give me one day!” pintanya dengan serius.

Leviosa kembali tertegun, kalimat itu adalah kalimat yang sama Aska lontarkan dihari mereka berpisah.

  Waktu itu, Di taman yang sepi, Aska dan Leviosa duduk berdampingan. Leviosa hanya lurus melihat kedepan dengan wajah yang menahan amarah sedangkan Aska memandang Leviosa dan berusaha memegang tangan leviosa yang kemudian ditepis oleh Leviosa. Aska hanya terperangah melihat perlakuan Leviosa padanya, kemudian Aska pun hanya melihat lurus kedepan dengan wajah sedihnya.

“give me one day!” pinta Aska dengan nada yang sangat memohon. “mungkin aja kamu bisa berubah pikiran atau setidaknya kasih aku satu hari buat menutup memori kita dengan indah, aku gak mau kita pernah saling membahagiakan tapi harus berpisah dengan saling melukai” lanjut Aska.

Leviosa menatap Aska dalam, sama dengan tatapannya saat ini kepada Aska.

Aska mengepalkan kedua tangannya dan menaruh dagunya diatas tangannya itu, dengan ekspresi yang menantang Aska menatap Leviosa serius.

“apa jawabanmu kali ini?”, tanya Aska serius.

Leviosa terdiam terpaku menatap wajah Aska yang serius menatap wajahnya juga.

  Tanpa memberikan jawaban, Leviosa hanya bertanya-tanya dalam hatinya, memikirkan setiap kemungkinan “Apakah akan ada yang berubah jika saja aku mengatakan ‘ya’ dulu. Apakah akan ada yang berubah jika aku mengatakan ‘ya’sekarang? Tapi yang terpenting adalah akankah dua manusia yang pernah mencintai lalu merusak cinta itu, bisa kembali saling mencintai dan membahagia dengan rasa yang sama?... aah, aku takut memberinya jawaban!”

 

THE END